Detail Proyek Perubahan

Jenis DiklatPIM4
PenyelenggaraPusdiklat BPS
Tahun Diklat2015
PenulisNur Budi Handayani, S.ST., M.Si.
JudulOPTIMALISASI PENANGGULANGAN PERMASALAHAN SURVEI SOSIAL EKONOMI NASIONAL MODUL SOSIAL BUDAYA DAN PENDIDIKAN (SUSENAS MSBP) MELALUI PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PENANGGULANGAN PERMASALAHAN SI-QARE PADA SEKSI PENYIAPAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DIREKTORAT STATISTIK KESEJAHTERAAN RAKYAT
AbstrakSalah satu misi Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu menyediakan data statistik berkualitas melalui kegiatan statistik yang terintegrasi, berstandar nasional dan internasional. Untuk merealisasikan misi tersebut, maka dijalankan Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS). Kegiatan PPIS tahun 2015 salah satunya adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Sosial, Budaya dan Pendidikan (Susenas MSBP). Pengaturan dan pelaksanaan Susenas MSBP secara teknis merupakan tanggung jawab dari Subdit Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial (Kesos) Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Berdasar Peraturan Kepala BPS No. 1 Tahun 2009, Seksi Penyiapan Statistik Pendidikan dan Kesos sebagai bagian dari unit kerja Subdit Statistik Pendidikan dan Kesos, Direktorat Statistik Kesra memiliki tugas pokok dan fungsi diantaranya adalah melakukan urusan dalam penanggulangan permasalahan pengumpulan data statistik pendidikan dan kesejahteraan sosial, bekerja sama dengan satuan organisasi terkait. Pengoptimalan tupoksi tersebut merupakan bagian penentu dari berhasilnya penyelenggaraan Susenas MSBP. Susenas MSBP merupakan salah satu tema dari Susenas Modul yang dijalankan tiap tiga tahun sekali. Susenas MSBP 2015 merupakan Susenas MSBP keenam. Kuesioner dan buku pedoman Susenas MSBP 2015 mengacu pada hasil pengembangan Susenas yang dilakukan oleh Direktorat Statistik Kesra bekerja sama dengan The United Nations Children?s Fund (UNICEF) pada tahun 2013-2014. Hasil pengembangan tersebut terjadi perubahan struktur lay out, dan konten kuesioner yang signifikan perbedaannya dengan kuesioner Susenas MSBP sebelumnya. Meski draft awal dari kuesioner Susenas MSBP sudah tersedia, namun proses penyiapan kuesioner dan buku pedoman tetap mendominasi dalam tahapan perencanaan survei. Sementara itu, tidak ada penyiapan khusus terhadap urusan penanggulangan permasalahan Susenas MSBP. Penyelenggara mengasumsikan bahwa tersedianya buku pedoman yang lengkap dapat menjawab seluruh persoalan yang timbul paska pelatihan. Pada kenyataannya, merujuk pada penyelenggaraan sebelumnya baik kegiatan Susenas MSBP tidak demikian, untuk memberi solusi atas permasalahan masih diperlukan diskusi atau konfirmasi dari penyelenggara survei kepada satuan organisasi terkait. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Susenas sebelumnya, banyak ragam permasalahan yang ditanyakan oleh daerah dan disampaikan dengan media yang beragam pula. Di sisi lain, belum ada tim khusus yang disiapkan untuk menanggulangi permasalahan. Oleh karena itu, jawaban pemecahan permasalahan bergantung kepada siapa si penanya bertanya yang mengakibatkan adanya inkonsistensi jawaban antara narasumber yang satu dengan lainnya. Bahkan ketiadaan tim khusus yang menanggulangi permasalahan menyebabkan beberapa pertanyaan permasalahan tidak terjawab. Di sisi lain, permasalahan dan penanggulangan yang disampaikan tersebut tidak terdokumentasikan dari kedua belah pihak baik pusat maupun daerah, sehingga sering terjadi pengulangan pertanyaan atas persoalan yang sama. Hal ini menunjukkan kurang optimalnya penanggulangan permasalahan. Berlarut-larutnya proses penanggulangan masalah dan rendahnya kontrol pada penanggulangan permasalahan dapat berimbas pada ketidakharmonisan hubungan antara BPS daerah dan pusat, terhambatnya penyelesaian kegiatan Susenas MSBP, dan pada akhirnya akan menurunkan kualitas data yang dihasilkan. Oleh karena itu, proyek perubahan melalui optimalisasi penanggulangan permasalahan Susenas MSBP pada Seksi Penyiapan Statistik Pendidikan dan Kesos dipandang sangat perlu untuk dilakukan. Sejalan dengan Reformasi Birokrasi (RB) yang dilakukan BPS yang mana salah satu area perubahannya adalah penataan tata laksana (bussiness process reengeneering) terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas data, pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) yang modern, dan peningkatan pelayanan publik. Oleh karena itu, disusun suatu rancangan proyek perubahan dengan judul ?Optimalisasi Penanggulangan Permasalaahan Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Susenas MSBP) Melalui Pembuatan Sistem Informasi (SI-QARE) Pada Seksi Penyiapan Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat?. SI-QARE hadir sebagai web survei pertama yang menjembatani komunikasi dan koordinasi antara pusat dan daerah dengan fungsi sebagai media share knowledge, media dokumentasi kegiatan Susenas, dan rujukan penegasan. Dengan demikian, keberadaan SI-QARE mendukung penanggulangan permasalahan kegiatan Susenas MSBP baik bersifat preventif maupun kuratif yang optimal khususnya pada tahap pelaksanaan pelatihan petugas dan pelaksanaan lapangan.