Detail buku

No BukuT.ITS.2009.41
UniversitasITS
PenulisDeddy Winarno
Judul BukuUji Kesamaan Parameter k Model Regresi Linier
PembimbingDr. Dra. Ismaini Zain, M. Si Hera Hendra Permana, MA
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Angka Kematian Bayi (AKB) dan variabel yang mempengaruhinya dari sudut pandang kewilayahan serta memodelkan AKB dengan model regresi spasial. Dari metode regresi klasik Ordinary Least Square (OLS), kemudian di lanjutkan diagnosis keberadaan efek spasial dengan menggunakan Lagrange Multiplier (LM) tes. Model spasial yang dibuat oleh Spatial Lag Model (SLM), spatial Error Model (SEM) serta Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). Matriks penimbang spasial yang digunakan yaitu Rook Contiguity murni, Rook Contiguity sentral, dan Queen Contiguity. Adapun untuk Rook Contiguity sentral, yang dijadikan pusat perhatian adalah 7 kabupaten/kota yang mempunyai Rumah Sakit Rujukan Tipe A dan Tipe B. Hasil pengolahan dengan menggunakan software Geoda diketahui bahwa matriks penimbang spasial Rook Contiguity murni dan Queen Contiguity menghasilkan matriks yang sama karena wilayah kabupaten /kota di Jawa Timur tidak simetris. Pemilihan model menggunakan kriteria nilai koefisien determinasi (R²) terbesar dan nilai AIC (Akaike Info Criterion), Mean Square Error (MSE) dan Schwart Criterion terkecil. Model AKB terbaik adalah metode Spatial Error Model (SEM) dengan penimbang Rook Contigunity murni. Factor-faktor yang mempengaruhi AKB adalah presentase penolong kelahiran oleh tenaga medis dan rata-rata lama pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci : AKB, Contiguity, regresi spasial, ABSTRAK INGGRIS : This research intented to describe Infant Mortality Rate (IMR) and variable that influenced it from regional viewpoint and modelling IMR with spatial regression model. From Ordinary Least Square (OLS) classic regression method, then drawn out exixtence diagnostic of spatial effect used by Lagrange Multiplier (LM) test. Spatial model; that used was Spatial Lag Model (LSM), Spatial Error Model (SEM) and Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). There are three approaches central, and queen contiguity. The consider of rook contiguity central was 7 regency that have reference hospitals (Type A and Type B). The processing by Geoda Software was known that spatial weighted matrix rook contiguity and queen contiguity resulting same matrix, because the region of regency was asymmetric. The model selected by maximum determination coefficient (R2) and value of AIC (Akaike Info Criterion), Mean Squere Error (MSE) and Schwart Criterion were least. The best IMR model was Spatial Error Model(SEM) with spatial weighted matrix rook contiguity. The factor that influenced IMR were the percentage receiving antenatal care from a skilled provider and mean of duration exclusively breasteeding. Keywods : contiguity, IMR, sapatial regression
JenisThesis