Detail buku

No BukuT.ITS.2008.22
UniversitasITS
PenulisBoby Eko Heru M.
Judul BukuESTIMATOR PSEUDO-MAXIMUM LIKELIHOOD (PML) DAN ESTIMATOR SINGLE FRAME (SF) PADA DUAL FRAME SURVEI (DFS)
PembimbingDr. Dra. Ismail Zain, M.Si ; Dr. Bambang Heru Santosa, M.Ec.
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Desain Dual Frame Survei (DFS) digunakan untuk mengatasi masalah kelengkapan kerangka sempel dengan menggabungkan dua buah kerangka sampel. Kerangka sampel yang digunakan berupa Direktori Usaha sub-sektor Industri Kecil Kota Madiun dari Badan Pusat Statistik sebagai kerangka sampel utama. Kerangka sampel kedua digunakan Direktori Usaha sub-sektor Industri Kecil Kota Madiun dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebagai kerangka sampel tambahan. Pembentukan kerangka sampel DFS digunakan sebagai klasifikasi sub-sektor industri kecil dan kerangka sampel tambahan terdiri atas 170 unit usaha industri kecil. Klasifikasi sub-sektor industri kecil yang merupakan kerangka sampel DFS digunakan sebagai indikasi akurasi klasifikasi dan dasar penghitungan estimasi total nilai tambah bruto sub-sektor industri kecil. Sampel dipilih dari sampel utama dan kerangka sampel tambahan masing-masing sebanyak 212 dan 17 unit usaha industri kecil. Berikutnya dilakukan estimasi total nilai tambah bruto sub-sektor industri kecil Kota Madiun. Penghitingan estimasi total nilai tambah bruto sub-sektor industri kecil Kota Madiun menggunakan estimator PML sebesar Rp. 107,768 miliar. Penghitungan dengan estimator SF didapatkan estimasi total nilai tambah bruto sub-sektor industri kecil Kota Madiun sebesar Rp. 125,076 miliyar.Kata Kunci: dual frame survei, estimator Pseudo-Maximum Likelihood, estimator Single Frame, nilai tambah bruto. ABSTRAK INGGRIS : Dual Frame Surveys (DFS) used to reduce problem about completely of sample frame with joining two sample frame. First sample is list of small industry business in Madiun City from Central Board Statistics. Second frame is list of small industry from Industry and Trade Office. By developing sample frame with DFS used to classification sub-sector of small industry. First sample frame consist 1.123 small industry business, and second sample frame consist 170 small industry business. Clasification on sub-sector of small industry with DFS in the accuracy of ISIC classification and special surveys for enumeration of small industry value added. Sample drawn independenlly from both sample frame each 212 and 17 unit small industry business. Enumeration total estimationof small industry value added use pseudo-maximum likehood estimator equal to Rp 107,768 milyard, and with single frame estimator equal to Rp 125,076 milyard. Keywords : dual frame surveys, Pseudo-Maximum Likehood Estimator, Single Frame Estimator, value added.
JenisThesis