Detail buku

No BukuT.IPB.2005.08
UniversitasIPB
PenulisRINI APSARI
Judul BukuPERANAN SEKTOR INFORMAL MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH DALAM MENUNJANG EKONOMI KOTA DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
PembimbingDr. Endriantmo Soetarto, MA.
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Dalam perencanaan pembanguna wilayah, sektor informal menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Sektor ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang relative besar, terutama bagi masyarakat kelas bawah yang berpendidikan rendah. Sektor in formal di perkotaan tidak terlepas dari migrasi srikuler dan pemukiman kumuh di perkotaan. Kaum migran yang tinggal dan mecari kerja dikota berusaha meminimaslisasi pengeluaran dengan tinggal di pemukiman kumuh (slum) dan pemukiman liar (squatters). Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran masyarakat pemukiman kumuh dilihat dari aspek sosial, ekonomi, serta fisik lingkungan, dan perumahannya. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah ingin mendapatkan gambaran mengebai peranan sektor informal masyarakat pemukiman kumuh dalam menunjang ekonomi kota dan kehidupan masyarakat. . penelitian ini di lakukan di Kotamadya Jakarta Utara, dengan lokasi penelitian di Kecamtan Penjaringan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari surveilapang di Kecamatan Penjaringan dengan menggunakan metode sampling bertahap. Penelitian menggunakan dua strata, yaitu pemukiman kumuh legal (RW 012 kelurahan Penjaringan) dan pemukimankumuh illegal (di bawah jembatan tol Penjaringan). Unit sampel yang digunakan adalah rumah tangga sedangkan unit penelitian adalah pekerja sektor informal. Hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar masyarakat pemukiman kumuh di Penjaringan adalah kaum migran, khususnya migran srikuler. Provinsi asal migrant terbesar adalah Jawa Tengah, kemudian disusul Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur, sisanya dengan persentase yang sangat kecil dari provinsi lain. Rata-rata tingkt pendidikan paling tinggi SD dan kondisi ekonomi secara umum “kurang�? atau “sedang�?, hanya sebagian kecil yang relative “baik�?. Lebih dari90% masyarakat pemikiman kumuh bekerja di sektor informal. Dari aspek fisik lingkungan, pemukiman kumuh di penjaringan dicirikan dengan tata letak bangunan yang tidak teratur, kontruksi bangunan tempat tinggal semi permanen dan tidak permanen, serta luas bangunan yang sangat sempitdan tidak memliki halaman rumah. Lebih dari separuh (5033%) lokasi pemukiman kumuh yang ada di Jakarta Utara menyalahi RTRW Kotamadya, yakni berada pada lahan peruntukan industry, perkantoran, gudang, ruang terbuka hijau, dan badan air. Meskipun sektor informal pada masyarakat pemukiman kumuh dianggap menganggu ketertiban umum, namun sektor ini memliki peranan dalam menunjang kehidupan ekonomi masyarakat kota. Penyerapan tenaga kerja sektor informal secara umum, yakni 94% berbanding 72.5%. selain memberikan sumbangan yang cukup besar dalam pendapatan asli daerah (PAD), sektor ini juga memberi kemudahan pada konsumen, khususnya masyarakat kelas bawah. Keterkaitan sektor informal dengan sektor formal ditunjukkan dengan kemampuan sektor informal dalam menyediakan bahan input yang relative murah. ABSTRAK INGGRIS : In the regional development planning, the informal sector becomes an omportant parts which requires much attention. This sector has a potential to absorb labour in relatively large numbers, especially the lower class with lower education.the urban informal sector cannot be separated from urban circular migration and slums residential areas. Majority of the urban job-seeking migrant try to minimize their daily expenditures by living in slums or being squatters. This research in general aims to know the profile of slum society seen from social and economic aspects, and their environment physical and housing. This research in particultural targets at getting the profile of the role role of the informal sector in slum resindential community in supporting the urban social and economic life. This research is conducted in North Jakarta Municipality, with location of research in subdistrict Penajringan, uses primary and secondary data. The primary data are obtain from a spacious survey in subdistrict Penjaringan by using multistage sampling. The research uses two strata that is slum residence (RW 012of Kelurahan Penjaringan) and in squtters residence (under the penjaringan turnpike). The sample unit is a household, while the observation unit is an informal sector worker. This research result shows that most slum society members in penjaringan are circular migrants. Most of the migrants come from Central Java, followed by west Java, Banten, and east Java, and the rest, with a very small percentage, from other provinces. Most of the migrants educational attaiment Is primary school (SD), and their economic conducitions are general “poor�? or “fair�?. Only the minority is “good�?. More than 90% of the slum residential society works in the informal sector. From the enviromental phsichal aspects, slum recidential areas in Penjaringan are characterized by disorderly sites of buildings, non permanent or semi permanent residential contructions, and very small-sezed buildings and noyrads. More than half of the sites of the North Jakarta slums areas inconsistent with the Municpality’s Local Spatial Planning (RTRW), namely accupying spaces allotted for industry, offices, warehouses, open green fileds, and water bodies. Although the informal sector of the slum residential community is considered of affend law and order, this sector plays a role in supporting the urban economic and life of urban society. The absortion of labour force of the informal sector in a slum residential community is higher than the informal sector in general, that is 94% compared tp 72.5%. Besides giving a large enough to the Domestic Provencial Income, this sector gives facilities to the consumer, especially to the lower classes of community. The involvement of the informal sector toward the formal sector is shown by its ability the relatively sheap input materials.
JenisThesis