Detail buku

No BukuT.ITS.2002.11
UniversitasITS
PenulisNasruddin
Judul BukuPOTENSI TENAGA KERJA SEKTOR NON PERTANIAN DAN STRUKTUR EKONOMI KECAMATAN DI KOTA SURABAYA
PembimbingDrs.Sony Sunaryo, M.Si.z
AbstrakMemasuki era otonomi daerah, pemerintah daerah dituntut peranannya dalam pembangunan untuk mengelola dan mengembangkan semua potensi yang ada di daerahnya masing-masing, baik sumber daya alam, struktur perekonomian maupun sumber daya manusia, agar perekonomian daerah dapat tumbuh dengan baik. Namun demikian tidaklah mudah dalam membangun suatu daerah, perlu perencanaan yang tidak sederhana, artinya perlu memperhatikan masalah potensi wilayah, struktur ekonomi daerah dan sebagainya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk melihat potensi suatu daerah adalah melakukan analisis pengelompokkan. Pengelompokkan berdasarkan potensi tenaga kerja sektor non pertanian dan struktur ekonomi kecamatan di Kota Surabaya yang dilakukan dengan analisis MDS dan metode K-means, memperoleh kelompok kecamatan sebanyak 3 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari : ? Kelompok 1 terdiri dari 7 kecamatan, yaitu : Kecamatan Gayungan, Wonocolo, Mulyorejo, Gubeng, Wonokromo, Tegalsari dan Pabean Cantikan. Variabel yang mencirikan kelompok ini adalah rasio tenaga kerja sebagai buruh/karyawan/pekerja dibayar pada sektor jasa terhadap (X?) dan rasio rumah tangga menyekolahkan anak/famili ke perguruan tinggi terhadap penduduk (X??). ? Kelompok II terdiri dari 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Karangpilang, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar, Rungkut, Tandes dan Sukomanunggal. Variabel yang mencirikan kelompok ini adalah rasio tenaga kerja sebagai buruh / karyawan /pekerja dibayar pada sektor industri pengolahan terhadap penduduk (X?). ? Kelompok III terdiri dari 15 kecamatan, antara lain : kecamatan Jambangan, sukolilo, Dukuh Pakis, Wiyung, Lakarsantri, Sawahan, Genteng, Tambaksari, variabel yang mencirikan kelompok ini adalah rasio pasangan usia subur terhadap penduduk (X??) dan rasio tenaga kerja sebagai buruh / karyawan/pekerja dibayar pada sektor angkutan/ transportasi terhadap penduduk (X?) Selanjutnya variabel yang membedakan pengelompokkan adalah rasio tenaga kerja sebagai buruh/ karyawan/ pekerja dibayar pada sektor industri pengolahan terhadap penduduk (X?) dan rasio rumah tangga yang mempunyai kendaraaan bermotor terhadap penduduk (X??). Dari kedua variabel tersebut secara bersama-sama membentuk fubgsi diskriminan sebagi berikut. Fungsi 1 = ******* Fungsi 2 = ******* Dari hasil pengklasifikasian berdasarkan kedua fungsi tersebut maka didapatkan kabenaran pengklasifikasian sebesar 100%.
JenisThesis