Detail buku

No BukuT.ITS.2002.10
UniversitasITS
PenulisHadi Suroso
Judul BukuMODEL LOGISTIK UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISTRI BEKERJA DI PROP. JAWA TIMUR
PembimbingDra. Destri Susilaningrum, M.Si.
AbstrakSeoramg istri saat ini memiliki peran ganda yang sangat berat yaitu selain menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anaknya seorang istri juga harus siap masuk ke dunia kerja untuk membantu suami dalam menopang perekonomian rumah tangganya apabila diperlukan. Sebagai wanita yang mengalami haid, hamil, melahirkan dan menyusui serta mengasuh anak-anaknya menjadikan mereka sedikit memiliki hambatan dalam kegiatan sehari-harinya. Karena beberapa keterbatasan dan perbedaan diatas maka menyebabkan partisipasi wanita khususnya istri dalam bekerja sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dempgrafi, sosial, ekonomi dan budaya. Disamping itu, isrti juga di tuntut disiplin dalam mengatur waktu untuk anak-anaknya dan selektif dalam memilih pekerjaan sehingga tercipta keseimbangan antara kepentingan anak-anak dan keluarganya serta kepentingannya sendiri sebagai individu yang juga tidak bisa diabaikan. Dengan memperhatikan kondisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik istri baik yang bekerja maupun tidak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya serta besar kontribusi faktor tersebut. Data yang digunakan ialah data sekunder dari data Survei Ekonomi Nasional Tahun 2000 (susenas 2000) yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Timur. Variabel yang diteliti ialah jumlah anak, jumlah anak yang sekolah, jumlah anak yang kerja, jumlah anak balita, usia istri, usia suami, usia perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan, pendidikan isrti, pendidikan suami, lapangan kerja suami, status dan rata-rata pengeluaran perkapita rumah tangga. Berdasarkan model regristik logistik trikotomus yang dihasilkan untuk daerah perkotaan maka faktor-faktor yang berpengaruh terhadap istri bekerja di sektor formal maupun informal di perkotaan ialah hampir sama yaitu jumlah anak yang sekolah, jumlah anak yang kerja, jumlah anak balita, usia perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan, pendidikan istri, pendidikan suami, lapangan kerja suami, serta status pekerjaan suami. Khusus faktor lama dalam ikatan perkawinan ternyata tidak berpengaruh terhadap istri yang bekerja pada sektor informal sedangkan pada sektor formal variabel ini berpengaruh nyata. Sedangkan untuk pendidikan istri dan pendidikan suami, jika dibandingkan dengan logit 1 dan logit 2, kedua variabel ini sebenarnya tidak berpengaruh nyata terhadap partisipasi kerja istri di sektor informal. Dengan kata lain pendidikan istri dan pandidikan suami kurang berpengaruh terhadap istri yang bekerja di sektor informal dibanding dengan istri yang bekerja di sektor formal. Untuk daerah pedesaan, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap istri bekerja baik di sektor formal maupun informal ialah sama yaitu jumlah anak yang berkerja, jumlah anak balita, usia istri, usia perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan, pendidikan istri, pendidikan suami, lapangan kerja suami, serta status pekerjaan suami. Kalau dibandingkan antara daerah perkotaan dan pedesaan terlihat adanya perbedaan. Di pedesaan, jumlah anak yang sekolah, usia perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan tidak berpengaruh terhadap istri yang bekerja baik istri yang bekerja pada sektor formal maupun informal sedangkan di perkotaan variabel ini berpengaruh nyata. Sedangkan jumlah jam kerja suami hanya berpengaruh nyata terhadap partisipasi istri yang bekerja dipedesaan baik itu sektor formal maupun tidak, sedangkan diperkotaan variabel ini tidak berpengaruh.
JenisThesis