Detail buku

No BukuT.ITS.2002.09
UniversitasITS
PenulisRahmat Siswanto
Judul BukuANALISIS KORESPONDENSI UNTUK MELIHAT PERUBAHAN HUBUNGAN KARAKTERISTIK TENAGA KERJA PROP. JAWA TIMUR TH. 1996 - 1999
PembimbingIr. SRI PINGIT WULANDARI, MS
AbstrakKesempatan kerja merupakan suatu permasalahan serius yang dihadapi oleh Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Permasalahan ini bertambah serius sejak terjadi krisis ekonomi pada awal tahun 1998. Banyak perusahaan didalam negeri yang terkena efek negatif dari krisis tersebut dalam berbagai bentuk, misalnnya mengalami krisis utang terhadap bank luar negeri, kesulitan terhadap pembiayaan barang-barang impor dalam dolar AS karena nilai tukar rupiah yang melemah, hasil penjualan menurun drastis sebagai akibat daya beli masyarakat yang menurun karena inflasi. Perusahaan-perusahaan tersebut terpaksa harus mengurangi kegiatannya atau sama sekali menghentikan bisnisnnya. Hal tersebut selanjutnya akan mengakibatkan banyak pekerja yang di berhentikan. Bila dikaji lebih dalam lagipada waktu yang bersamaan jumlah angkatan kerja baru akan bertambah seiring dengan perubahan struktur umur penduduk. Menurut perkiraan ILO (International Labour Organisation) yang dirangkum oleh Tambunan (1999) disebutkan bahwa di Indonesia selama kurun waktu 1997/1998 diperkirakan terdapat sekitar 18% pekerja yang terkena PHK, sementara itu pencari kerja yang tetap menganggur sebesar 52%. Perkembangan lebih lanjut dari terjadinnya krisis adalah terjadinnya perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi atau otonomi daerah. Hal tersebut menyebabkan tenaga kerja menjadi permasalahan penting bagi suatu daerah. Jawa Timur sebagai daerah yang jumlah penduduknnya relative besar tentunnya memerlukan pertimbangan-pertimbangan untuk membangun sektor ketenagakerjaannya, oleh sebab itu sebagai pertimbangan awal perlu diketahui karakteristik dari tenaga kerjanya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Ketenaga kerjaan Propinsi Jawa Timur pada 1996-1999 terpengaruh oleh adannya krisis. Hal ini ditunjukkan dengan menurunnya tingkat kesempatan kerja dan naiknnya angka tingkat pengangguran terbuka pada saat terjadi krisis. Sementara itu hasil analisis korespondensi menunjukkan bahwa : - Penduduk desa maupun kota pada tahun 1996-1999 cenderung bekerja pada sektor pertanian dengan jenis pekerjaan sebagai tenaga usaha pertanian dan status pekerjaan sebagai karyawan. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor yang potensial. - Pada tahun 1996-1999 penduduk yang bekerja pada sektor perdagangan besar, eceran dan rumah makan serta hotel cenderung bekerja sebagai tenaga usaha penjualan, tetapi pada tahun 1999 ada kecenderungan baru yaitu dengan status berusaha sendiri. Keadaan tersebut menunjukkan bahwa, meskipun terjadi krisis tetapi kebutuhan masyarakat relative tidak berubah. Kecenderungan untuk berusaha sendri pada tahun 1999 menunjukkan bahwa sektor perdagangan adalah sektor paling mudah untuk dijalankan. - Pada tahun 1996 nampak bahwa penduduk yang bekerja sebagai tenaga produksi, operator alat angktan dan pekerja kasar, cenderung bekerja pada sektor industry pengolahan dan sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan, tetapi selama periode tahun 1997-1999 penduduk yang bekerja sebagai tenaga produksi, operator alat angkutan dan pekerja kasar hanya cenderung bekerja pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan.
JenisThesis