Detail buku

No BukuT.ITS.2001.07
UniversitasITS
PenulisPuji Lestari
Judul BukuMODEL LOGISTIK UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FERTILITAS PADA SETIAP KOTAMADYA DI DKI JAKARTA
PembimbingDra.Destri Susilaningrum,M.Si
AbstrakPertumbuhan penduduk Indonesia sebagian besar disebabkan karena perbedaan antara tingkat kelahiran dan kematian dimana besarnya penurunan tingkat kelahiran tidak selalu sama antar daerah. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995, laju pertumbuhan penduduk di Provinsi DKI Jakarta masih cukup tinggi yaitu sebesar 1,22% dari 9,6 juta jiwa (BPS Provinsi DKI Jakarta). Dari kondisi keadaan penduduk di atas, sangat menarik untuk diteliti serta dikaji lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fertilitas dan pola hubungan faktor-faktor tersebut terhadap fertilitas di DKI Jakarta. Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai jumlah anak yang dilahirkan hidup, dan mudah dihitung untuk wanita sebab merekalah yang melahirkan anak tersebut (Lucas, 1982). Jumlah anak yang dilahirkan hidup dibagi menjadi tiga kategori sehingga dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan model logistik ordinal dengan respon yang bersifat kategori. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 1999 di DKI Jakarta. Sampel yang digunakan sebesar 4.869 dengan unit penelitian wanita pernah kawin usia 15-49 tahun. Adapun variabel yang digunakan adalah usia, usia pada saat perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan, partisipasi KB, pendidikan, lapangan pekerjaan, jumlah jam kerja, anak kandung yang telah meninggal, pengeluaran perkapita.Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas pada masing-masing kotamadya tidak selalu sama. Pada kotamadya Jakarta Utara, faktor-faktor yang mempengarhui fertilitas sama dengan Jakarta Pusat yaitu usia pada saat perkawinan pertama,lama dalam ikatan perkawinan, partisipasi KB, anak telah meninggal dan pengeluaran perkapita. Di Jakarta Selatan, fertilitas dipengaruhi oleh usia pada saat perkawinan pertama, lama dalam ikatan perkawinan, partisipasi KB, anak telah meninggal. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas di Jakarta Timur adalah lama dalam ikatan perkawinan, partisipasi KB, dan anak telah meninggal, dan pengeluaran perkapita. Untuk kotamadya Jakarta Barat, faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas sama dengan Jakarta Timur namun ditambah dengan jumlah jam kerja perminggu. Penambahan usia pada saat perkawinan pertama mempunyai kecenderungan untuk meningkatkan peluang wanita pernah kawin usia 15 sampai 49 tahun berfertilitas rendah atau sedang. Sedangkan semakin lama dalam ikatan perkawinan akan menurunkan peluang mereka untuk berfertilitas rendah atau sedang. Untuk variabel Partisipasi KB, wanita yang ikut KB akan menurunkan peluang mereka untuk berfertilitas rendah atau sedang. Wanita dengan jam kerja di atas 34jam/minggu lebih berpeluang berfertilitas rendah atau sedang. Wanita yang mempunyai anak kandung yang telah meninggal akan menurunkan peluang untuk berfertilitas rendah atau sedang. Untuk variabel pengeluaran perkapita, setiap panambahan sebesar 100.000 rupiah maka akan meningkatkan peluang wanita usia 15-49 tahun untuk berfertilitas rendah atau sedang.
JenisThesis