Detail buku

No BukuT.ITS.2001.05
UniversitasITS
PenulisQurratulaini
Judul BukuAPLIKASI ANALISIS KOMPONEN UTAMA ORDINAL PADA PEMERINGKATAN INSTITUT TEKNOLOGI TERBAIK DI ASIA TH. 2000
PembimbingIr.Arie Kismanto,MSc
AbstrakAnalisi Komponen Utama biasanya dipergunakan untuk melakukan analisis multivariat terhadap data yang berskala rasio atau interval. Akan tetapi jika variabel-variabel data tersebut berskala ordinal maka penggunaan analisis komponen utama biasa akan kurang tepat. Hal ini dikarenakan sulit didefinisikannya komponen utama sebagai sebuah kombinasi linier dari variabel data bila skala data pengamatan adalah ordinal. Pada tahun 1998, Pekka Korhonen dan Aapo Siljimaki memperkenalkan Komponen Utama Ordinal dalam tulisannya yang berjudul???Ordinal Principle Component Analysis Theory and an Application???. Analisis Komponen Utama Ordinal didefinisikan sebagai variabel ordinal baru yang memberikan jumlah jumlah kuadrat korelasi terbesar antara variabel baru tersebut dengan variabel data pengamatan. Jumlah kuadrat korelasi ini menunjukkan besarnya total variasi yang dapat diterangkan oleh variabel ordinal baru. Variabel ordinal baru ini kemudian dapat digunakan sebagai peringkat bersama untuk keseluruhan data pengamatan. Untuk menghitung komponen Utama Ordinal digunakan metode Heuristic. Penghitungan dengan metode ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap inisialisasi dan peningkatan (improvement). Tahap inisialisasi digunakan untuk memperoleh peringkat bersama awal sebagai inisialisasi dengan menggunakan ukuran korelasi baik dengan menggunakan ukuran korelasi Tau Kendall maupun Rho Spearman. Sedangkan tahap peningkatan digunakan untuk memperoleh peringkat bersama yang memberikan jumlah kuadrat korelasi terbesar. Walaupun metode heuristic tidak selalu memberikan hasil yang optimum, penggunaan metode ini tetap disarankan dibandingkan dengan penghitungan dengan permutasi lengkap, dari sisi waktu penghitungan. Aplikasi terhadap data peringkat Institut Teknologi di Asia, menunjukkan Komponen Utama Ordinal mampu memberikan jumlah kuadrat korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode pemeringkatan yang dilakukan oleh majalah Asiaweek dan Komponen Utama. Penghitungan dengan ukuran korelasi Tau Kendall memberikan jumlah kuadrat korelasi sebesar 1.473; 1.666; dan 1.807 masing-masing untuk peringkat Asiawee, Komponen Utama, dan Komponen Utama Ordinal. Sedangkan penghitungan dengan ukuran korelasi Rho Spearman memberikan jumlah kuadrat korelasi masing-masing sebesar 2.562; 2.739; dan 2.744 untuk peringkat Asiaweek, Komponen Utama, dan Komponen Utama Ordinal.
JenisThesis