Detail buku

No BukuT.ITS.2001.03
UniversitasITS
PenulisYudi Kurnain
Judul BukuANLSIS KOMPNEN UTAMA ORDINAL PD PENNTUAN PRINGKAT DERAH TNGKT II BRDASARKAN DT INDEKS PMBNGUNAN MANUSIA PROP. JATIM TH 1999
PembimbingDrs. Sony Sunaryo,MSi
AbstrakAnalisis Komponen Utama biasanya dipergunakan untuk melakukan analisis multivariat terhadap data yang berskala rasio atau interval. Akan tetapi jika variabel-variabel data tersebut berskala ordinal maka penggunaan analisis komponen utama biasa akan kurang tepat. Hal ini dikarenakan sulit didefinisikannya komponen utama sebagai sebuah kombinasi linier dari variabel data bila skala data pengamatan adalah ordinal . Pada tahun 1998, Pekka Korhonen dan Aapo Siljamaki memperkenalkan Komponen Utama Ordinal dalam tulisannya yang berjudul???Ordinal Principle Component Analysis Theory and an Application???. Analisis Komponen Utama Ordinal didefinisikan sebagai variabel ordinal baru yang memberikan jumlah kuadrat korelasi terbesar antara variabel baru tersebut dengan variabel data pengamatan . Jumlah kuadrat korelasi ini menunjukkan besarnya total variasi yang dapat diterangkan oleh variabel ordinal baru. Variabel ordinal baru ini kemudian dapat digunakan sebagai peringkat bersama untuk keseluruhan data pengamatan. Untuk menghitung Komponen Utama Ordinal digunakan metode Heuristic. Penghitungan dengan metode ini dilakukan dalam dua tahap,yaitu tahap inisialisasi dan peningkatan (improvement). Tahap inisialisasi digunakan untuk memperoleh peringkat bersama awal sebagai inilisasi dengan menggunakan ukuran korelasi baik dengan mnggunakan ukuran korelasi Tau Kendall maupun Rho Spearman. Sedangkan tahap peningkatan digunakan untuk memperoleh peringkat bersama yang memberikan jumlah kuadrat korelasi terbesar. Walaupun metode heuristic tidak selalu memberikan hasil yang optimum, penggunaan metode ini tetap disarankan dibandingkan denganperhitungan dengan permutasi lengkap, dari sisi waktu penghitungan. Aplikasi terhadap data peringkat Daerah Tingkat II berdasarkan data IPM di Jawa Timur tahun 1999, menunjukkan Komponen Utama Ordinal mampu memberikan jumlah kuadrat korelasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode pemeringkatan yang dilakukan menggunakan metode Indeks Komposit dan Komponen Utama. Perhitungan dengan ukuran korelasi Tau Kendall memberikan jumlah kuadrat korelasi sebesar 1,938;1,961 dan 2,170 masing-masing dengan menggunakan metode Indeks Komposit, Komponen Utama,dan Komponen Utama Ordinal. Sedangkan penghitungan dengan ukuran korelasi Rho Spearman memberikan jumlah kuadrat korelasi masing-masing sebesar 2,868;2,869; dan 2,920 untuk peringkat yang dihasilkan dengan menggunakan metode indeks komposit, Komponen Utama,dan Komponen Utama Ordinal.
JenisThesis