Detail buku

No BukuT.ITS.1993.01
UniversitasITS
PenulisAgoes Soebeno
Judul BukuIDENTIFIKASI WILAYAH DAN KARATKERISTIK DESA BERDASARKAN POPTENSI DESA DI KABUPATEN SAMPANG
PembimbingDrs. Slamet Mulyono, MSc. PhD ; Ir. Dwi Atmono Agus Widodo, MSc
AbstrakPembangunan desa memainkan peranan yang sangat penting dalam konteks pembangunan nasional, yang tidak terlepas dari berbagai permasalahan seperti produktivitas pertanian yang rendah, pengangguran, kemiskinan (20% dari total pendudukan), urbanisasi yang terus meningkat (29% tahun 1988 menjadi 32% Tahun 1992). Penyebab permasalahan tersebut antara lain, rendahnya produktivitas lahan, aspek kelembagaan yang belum berfungsi, kondisi prasarana/sarana ekonomi kurang memadai serta rendahnya tingkat pendidikan dan kesehatan. Guna mengetahui permasalahan tersebut di atas, sasaran penelitian ini adalah menelaah aplikasi analisa multivariabel pada data potensi desa/kelurahan (PODES) di Kabupaten Sampang bertujuan untuk memperoleh keluaran berupa pengetahuan atau informasi mengenai identifikasi wilayah, berdasarkan pengelompokkan sampai satuan wilayah desa. Identifikasi karakteristik utama wilayah desa dan menentukan model yang dapat memberikan informasi mengenai tingkat kesejahteraan wilayah desa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 186 desa di Kabupaten Sampang, yang menggunakan 27 variabel potensi desa yang mempengaruhi identifikasi wilayah dan karakteristik desa dapat disederhanakan dimensinya menjadi 10 komponen utama yang mampu menerangkan keragaman total sebesar 71,2 persen. Berdasarkan hasil pengelompokkan wilayah desa, dari 186 desa dapat diidentifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok desa yang setiap kelompok mempunyai keserupaan karakteristik yaitu Kelompok pertama 17 desa yang diidentifikasi desa-desa yang fasilitas sarana/prasarana fisik cukup baik, kelompok kedua 156 desa yang diidentifikasi desa-desa yang fasilitas sarana/prasarana fisik cukup, kelompok ketiga 7 desa yang diidentifikasi desa-desa yang fasilitas sarana/prasarana fisik baik dan kelompok keempat 6 desa yang diidentifikasi desa-desa yang fasilitas sarana/prasarana fisik kurang. Berdasarkan hasil analisa, diperoleh model yang memberikan informasi bahwa dari 27 variabel potensi desa, yang betul-betul memberikan peranan dalam pengidentifikasian desa-desa tersebut hanya 17 variabel. Kemudian melihat hasil tingkat kebenaran pengelompokkan desa-desa, ternyata 99,4% sesuai dengan pengelompokkan. Hal ini menunjukkan keefektifan dari suatu fungsi diskriminan.
JenisThesis