Detail buku

No Buku-
UniversitasUGM
PenulisMuhammad Iqbal Nasution
Judul BukuANALISIS KEMISKINAN ENERGI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN MULTIDMENSIONAL ENERGY POVERTY INDEX
PembimbingTri Widodo
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kemiskinan energi Indonesia melalui pendekatan Multidimensional Energy Poverty Index (MEPI). Dengan menggunakan data Susenas Maret 2016, hasil pengukuran indeks kemiskinan energi digunakan untuk memetakan kondisi kemiskinan energi Indonesia menurut provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu, analisis regresi probit juga dilakukan untuk mengetahui determinan kondisi demografi dan ekonomi rumah tangga yang memengaruhi status kemiskinan energi rumah tangga. Meskipun agregat kondisi kemiskinan energi Indonesia secara nasional tidak terlalu mengkhawatirkan, hasil penelitian menunjukkan ketimpangan indeks kemiskinan energi yang cenderung lebih parah pada provinsi-provinsi di Kawasan Timur Indonesia dengan indeks tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua. Sementara itu, di Kawasan Barat Indonesia yang cenderung lebih baik kondisinya, ketimpangan kondisi kemiskinan energi juga terjadi pada tingkat kabupaten/kota dengan indeks kemiskinan energi terparah dialami oleh Kabupaten Nias Utara, Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kepulauan Mentawai. Selain itu, ketimpangan kondisi kemiskinan energi juga terlihat jelas antara daerah kota dan desa. Faktor determinan yang signifikan memengaruhi kondisi kemiskinan energi rumah tangga tersebut antara lain status daerah tempat tinggal rumah tangga, status kemiskinan rumah tangga, lama pendidikan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga dan umur kepala rumah tangga. Oleh sebab itu, penelitian ini merekomendasikan kebijakan pembangunan Kawasan Timur Indonesia dan kepulauan Pantai Barat Sumatera Utara yang diprioritaskan pada ketersediaan akses layanan energi modern dan memadai. Selain masalah kelistrikan nasional yang telah menjadi perhatian pemerintah saat ini, penanganan masalah kemiskinan energi pada dimensi penggunaan bahan bakar biomassa tradisional juga perlu untuk segera ditanggulangi dengan target sasaran rumah tangga yang bersesuaian dengan determinan faktor kemiskinan energi. ABSTRAK INGGRIS : This study aims to analyze the condition of Indonesian energy poverty with the Multidimensional Energy Poverty Index (MEPI) approach to a wider range of dimensions, such as dimension of lighting, cooking, household appliances, and telecommunications. Using Susenas 2016 data, analysis of multidimensional energy poverty index measurement is used to map the condition of Indonesia's energy poverty by province and district. Meanwhile, the probit regression analysis is conducted to discover the determinants of demographic and household economic conditions that affect household energy poverty status. Although the national aggregate condition of Indonesia's energy poverty is not too worrisome, the results of the study indicate a worsening of the energy poverty index which tends to be more severe in the provinces of Eastern Indonesia with the highest index located in Nusa Tenggara Timur and Papua. While in the western region of Indonesia tends to be better, the imbalance of energy poverty condition also occurs at the district level with the worst energy poverty index experienced by Nias Utara, Nias, Nias Selatan, Nias Barat and Kepulauan Mentawai. In addition, the imbalance of energy poverty conditions is also evident between urban and rural areas. Significant determinant factors that affect household energy poverty conditions include household dwelling location, household poverty status, the head of household?s length of education, number of household member and the head of household?s age. Therefore, this study recommends the development policy of Eastern Indonesia and West Coast Sumatera Islands which prioritized on the availability of access to modern and adequate energy services. In addition to the problem of national electricity that has become the government's attention today, handling energy poverty problems on the use of traditional biomass for cooking dimension also needs to be addressed by target households in accordance with the determinant conditions.
JenisThesis