Detail buku

No BukuT.IPB.2001.03
UniversitasIPB
PenulisSugeng Arianto
Judul BukuMETODE CHAID DAN REGRESI LOGISTIK UNTUK MENDUGA TINGKAT RISIKO TIDAK MELANJUTKAN PADA LULUSAN SD DI JAMBI
PembimbingDr. Ir. Budi Susetyo, MS
AbstrakABSTRAK INDONESIA : SUGENG ARIANTO. Metode CHAID dan Regresi Logistik untuk Menduga Tingkat Risiko Tidak Melanjutkan Pada Lulusan SD Di Jambi. Dibimbing oleh Budi Susetyo dan Hadi Sumarno. Kasus putus seklolah di jenjang pendidikan dasar didominasi oleh besarnya jumlah lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SLTP. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah melonjaknya angka putus sekolah adalah dengan pemberian beasiswa. Untuk menjamin agar beasiswa yang diberikan tepat pada sasaran perlu dibuat kriteria untuk menentukan penerima beasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu model yang dapat menduga besarnya risiko seorang lulusan SD tidak melanjutkan ke SLTP berdasarkan latar belakang dan karakteristik sosial ekonominya Data yang digunakan adalah data Susenas 2000 Provinsi Jambi yang mencakup 741 lulusan SD dengan peubah amatan : Daerah Tempat Tinggal, Jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan kepala rumah tangga Serta pola pengeluaran rumah tangga dalam bentuk persentase pengeluaran untuk makanan. Penggunaan metode CHAID menunjukkan bahwa peubah yang mempengaruhi risiko tidak melanjutkan berturut-turut adalah : daerah tempat tinggal, pendidikan kepala rumah tangga, dan presentase pengeluaran untuk makanan. Pemodelan dengan regresi logistik menghasilkan dua model yaitu model umum dan model untuk daerah pedesaan sebagai berikut : Model Umum : Model Pedesaan : Berdasarkan model umum, peluang terbesar untuk tidak melanjutkan dimiliki oleh lulusan SD yang berasal dari pedesaan, pendidikan KRT paling tinggi tidak tamat SD dan proporsi pengeluaran untuk makanan 94.0979 persen. Nilai peluangnya adalah 0.4959. Sedangkan peluang terkecil sebesar 0.0007 dimiliki oleh lulusan SD dari perkotaan, pendidikan KRT SLTP ke atas dan proporsi pengeluaran makanan 33.9320 persen. Berdasarkan model pedesaan, peluang terbesar untuk tidak melanjutkan dimiliki oleh lulusan SD yang berasal dari rumah tangga dan pendidikan KRT paling tinggi tidak tamat SD dan proporsi pengeluaran makanan 94.0979 persen dengan nilai peluang 0.5423. sedangkan peluang terkecil sebesar 0.0052 dimiliki oleh lulusan SD dari perkotaan, pendidikan, KRT SLTP ke atas dan proporsi pengeluaran makanan 47.8142 persen. ABSTRAK INGGRIS : Tidak ada
JenisThesis