Detail buku

No BukuT.IPB.2010.27
UniversitasIPB
PenulisHARIYANTO
Judul BukuPertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di daerah penghasil migas.
PembimbingDr. Ir. Sri Mulatsih, M.Sc.Agr
AbstrakABSTRAK INDONESIA : HARIYANTO. Pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di daerah penghasil migas. (SRI MULATSIH sebagai ketua dan SUHARIYANTO sebagai anggota komisi pembimbing.) Pemberlakuan otonomi daerah yang diiringi dengan kebijakan desentralisasi fiskal memberikan dampak yang besar terutama bagi daerah penghasil migas sebagai akibat meningkatnya penerimaan daerah melalui dana bagi hasil migas. Peningkatan penerimaan daerah ini seharusnya menjadikan daerah tersebut sebagai daerah yang relatif lebih maju dibanding daerah lain yang miskin sumber daya alam. Namun kenyataanya masih banyak daerah penghasil migas yang memiliki jumlah penduduk miskin yamg besar dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana struktur perekonomian daerah penghasil migas secara umum, bagaimana pola pendapatan perkapita dan pertumbuhan ekonomi kabupaten penghasil migas, bagaimana ketimpangan pendapatan antar kabupaten penghasil migas, serta ingin pula mengetahui factor-faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di daerah tersebut. Penelitian yang dilakukan menggunakan data sekunder tahun 2004-2007. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Tipologi Klassen, indeks Williamson dan analisis data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stuktur perekonomian daerah penghasil migas tidak seluruhnya didominasi oleh sektor pertambangan. Sektor industri atau pertanian justru mendominasi struktur perekonomian dibeberapa daerah penghasil migas. Pengelompokan dengan tipologi Klassen menunjukkan bahwa beberapa kabupaten masuk dalam kabupaten tertinggal seperti kabupaten Bangkalan, Lamongan, Tuban, dan Karawang. Hasil perhitungan indeks Williamson menunjukkan bahwa secara umum minyak dan gas bumi berperan dalam meningkatkan disparitas pendapatan antar kabupaten di daerah penghasil migas, namun hal ini tidak berlaku di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Hasil analisis data panel menunjukkan bahwa variabel pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, tabungan, Jumlah penduduk yang lulus SMU dan anggaran pendapatan signifikan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah penghasil migas sedangkan populasi dan pengangguran berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Variabel populasi dan pengangguran diketahui berhubungan positif terhadap persentase penduduk miskin didaerah penghasil migas, sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi, anggaran kesehatan dan jumlah penduduk yang lulus SMU berhubungan negatif dengan kemiskinan didaerah tersebut. Sementara upah minimum regional dan ekspor diketahui berhubungan positif terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan variabel investasi dan dana alokasi umum berhubungan negatif terhadap ketimpangan pendapatan. Kata kunci: Daerah penghasil minyak dan dan gas bumi, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, ketimpangan pendapatan, analisis data panel. ABSTRAK INGGRIS : The implementation of regional autonomy accompanied with fiscal decentralization policy provides great impact, especially for oil and gas producing regions as a result of increased local revenues through oil and gas profit sharing funds. The increase of local revenue is supposed to make those regions has better welfare than poor natural resources region. In reality, there are still a lot of oil and gas producting regions that has a large number of poor population and low economic growth rates. The objectives of this study are to find out the economic structure of oil and gas producing regions , the pattern of income per capita and economic growth, income inequality among the oil and gas producing regions, and also to analyze what factors affect economic growth, proverty and income inequality in those regions. The data employed in this study is secondary data during the 2004-2007 period. The methods used in this study are descriptive analysis, Klassen typology, Williamson index and panel data analysis. the results showed that the economic structure of oil gas producting regions are not antirely dominate the economy structure in some regions. Klassen typology shows that some districts such as Bangkalan, Lamongan, Tuban, and Karawang are categorized as undeveloped districts. Williamson index calculation results show that in general the oil and gas play a role in increasing income disparities among oil and gas producing districts, but this does not apply in the Province of West Java. The results of panel data analysis showed that variables of local income, profit sharing funds, saving, the number of residents who graduated from high school and the education budget are positive and significantly contributed to economic growth in oil producing areas while the population and unemployment variables are positively related to the area. Population and unemployment variables are positively related to the percentage of poor people in oil producing areas, while variables of economic growth, health budget and the number of residents who graduated from high school are exports are negatively related to income inequality , while investment and general allocation of funds are positively related to income inequality. Keywords : Oil and gas producing regions, economic growth, income inequality, the panel data analysis.
JenisThesis