Detail buku

No BukuT.UGM.08.16
UniversitasUGM
PenulisMoh. Fatichuddin
Judul BukuAHLI FUNGSI LHAN PRTNIAN KE NON PRTANIAN & IMPLEMNTASI KBIJKAN DLM KAITANNYA DGN KBERLNJUTN FUNGSI LAHN PRTNIAN DI KAB. SMARNG
PembimbingMoh Fatichuddin
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Berlangsungnya fenomena penyusutan luas lahan pertanian, terutama persawahan menunjukan bahwa dinamika perubahan penggunaan lahan menjadi semakin intensif dengan semakin berkembangnya perekonomian wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di Kabupaten Semarang dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan yang berkaitan denganya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deduktif kualitatif dengan pendekatan formative evaluation. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecenderungan laju perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian kabupaten Semarang sebelum era otonomi daerah lebih tinggi, yaitu rata-rata -0,25 persen per tahun di banding setelah adanya otonomi daerah, yang memiliki rata-rata -0,071 persen per tahun. Hasil penelitian juga menunjukkan telah terjadi inkonsistensi kebijakan, yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu adanya kontradiksi antar peraturan, kurangnya sosialisasi, rendahnya kesadaran masyarakat, situasi politik/pengaruh politik dan validitas data perda nomor 14 tahun 2003 tentang Ijin Penggunaan Tanah (IPPT) dari Pertanian ke Non Pertanian. Dalam kaitanya dengan keberlanjutan fungsi lahan pertanian, dapat dikatakan bahwa keberadaan perusahaan industri besar di Kabupaten Semarang akan mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian, sebagai akibat tuntutan darui kegiatan industry itu sendiri ataupuntuntutan kebutuhan dari tenaga kerjanya. Dengan kerangka pikir dari anlisis kebijakan yang diadopsi dari Timbergen, Perangkat hukum yang ada, dalam pelaksanaanya belum dapat menjamin keberlanjutan dari fungsi lahan pertanian. Kata kunci : Penyusutan Luas Lahan Pertanian, Formative Evaluation, Inkonsistensi Kebijakan, Keberlanjutan Fungsi Lahan Pertanian. ABSTRAK INGGRIS : The decreasing size of agricultural land, particularly rice field, indicates the increasing economy of the region. The aims of this research are to know the trend of agricultural land conversion in Semarang regency and to evaluate the implementation of its policy. The method used in this research is deductive qualitative, utilitized formative evaluation approached. The research found that, the present agricultural land conversion is lower than that of before the autonomy era. Before the autonomy era, agricultural area decreased 0,25 percent per year, while after autonomy era was only minus 0,071 percent per year. The study also indicates that there is inconsistency of policy. Such inconsistency were caused by some factors, such as the contradiction among regulation, lack socialization, lack of community awareness and socio politic environment. Father the local government regulation number 14-2003, is also contents some weakness. This research argues that the sustainability of agricultural land in Semarang regency is in big to equastion. Economic growth in the form of industrial activities continue to force / speed up the conversion of agricultural land. The study recommend Stronger control over agricultural land conversion process. Key Words : land conversion, agriculture, policy, sustainability
JenisThesis