Detail buku

No BukuT.IPB.2010.15
UniversitasIPB
PenulisBambang Wahyu Ponco Aji
Judul BukuANALISIS INTEGRASI HARGA MINYAK BUMI, MINYAK KEDELAI, CPO, MINYAK GORENG DOMESTIK DAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT
PembimbingDr.Ir.Noer Azam Achsani,M.S
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Tidak ada ABSTRAK INGGRIS : BAMBANG WAHYU PONCO AJI. 2010. analisis integrasi harga minyak bumi , minyak kedelai, CPO, minyak goring domestic dan tandan buah segar kelapa sawit. Dibawah bimbingan noer azam achsani dan sasmito hadi wibowo. CPO (Crude Palm Oil) saat ini merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi. Adanya perubahan iklim global yang mengakibatkan turunnya produksi minyak kedelai dan naiknya harga minyak bumi karena krisis energi telah mendorong naiknya permintaan dunia terhadap CPO. Keadaan ini menyebabkan harga CPO dipasar roterdam mengaklami kenaikan hingga mencapai USD 1200. pada saat yang lain, krisis finansial yang melanda dunia telah menyebabkan harga CPO kembali turun hingga kisaran harga USD 550. fluktuasi harga CPO dipasar Rotterdam akibat guncangan –guncangan ekonomi tersebut berpengaruh terhadap Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia. Disisi lain, naiknya produksi TBS karena tingginya insentif Ekspor CPO dapat mempengaruhi supply CPO dunia. Selain itu meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang mengakibatkan naiknya permintaan minyak goring dapat berpengaruh terhadap kuantitas ekspor CPO. Mengingat pentingnya CPO bagi perekonomian Indonesia maka perlu dilakukan penelitian mengenai integrasi harga minyak bumi, minyak kedelai, CPO, minyak goring domestic dan tandan buah segar kelapa sawit. Penelitian inibertujuasn untuk menganalisis integrasi harga minyask bumi, harga minyak kedelai, harga CPO Rotterdam , harga CPO Malaysia, Harga ekspor CPO Indonesia, Harga minyak goring domestic dan harga TBS pembelian petani serta merumuskan kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah sehubungan dengan hasil analisis. Keterbatasan dari penelitian ini adalah: (1) tidak mengkaji faktor non hatga, (2) tidak dibedakannya bentuk dan kjualitas minyak goring, (3) hanya membahas minyak goreeng sawit, tidak memperhitungkan minyak goring kelapa, (4) tandan buah segar merupakan pembelian ditingkat petani, (5) tidak memperhitungkan impor CPO, (6) tidak memperhitungkan Intervensi pemerintah secara kuantitas seperti besarnya kuantitas operasi pasar minyak goreng dan besarnya pajak ekspor CPO. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah granger causality, kointegrasi multivariate, kointegrasi bivariate, dan vector error correction model (VECM). Data yang digunakan adalah harga minyak bumi, harga minyak kedelai, harga CPO Rotterdam, harga CPO Malaysia, Harga eksport CPO Indonesia, harga minyak goring domestic dan harga TBS pembelian petani. Penelitian ini menggunakan data bulanan dari januari 2003-desember 2008. data penelitian diperoleh dari IFS, Oil World, bappebti dan BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantaranya harga-harga tersebut terjadi hubungan kausalitas. Ditingkat dunia, harga minyak bumi, harga CPO Rotterdam dan harga CPO Malaysia terjadi hubungan kausalitas dua arah. Demikian pula antara harga domestik Indonesia yaitu berupa harga minyak goring dan harga TBS terjadi hubungn kausalitas dua arah dengn harga dunia berupa harga minyak kedelai dan harga CPO Rotterdam. Demikian pula antara produsen utama CPO yaitu harga CPO Malaysia dengan harga mnyak goreng domestik Indonesia dan harga TBS menunjukkan kausalitas dua arah. Pada sisi domestik Indonesia, harga ekspor CPO Indonesia dipengaruhi oleh harga minyak goreng TBS. Diantaranya ke tujuh variabel penelitian tersebut ditemukan adanya kesamaan pergerakan jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan terjadinya integrasi harga. Integrasi harga diantara harga CPO Rotterdam, harga CPO Malaysia dan harga ekspor CPO Indonesia juga di tunjukkan denggan adanya kesamaan pergerakan jangka panjang diantara ketiganya. Dampak dari perubahan harga minyak bumi secara umum tidak besar. Dampak dari perubahan harga-harga tersebut adalah konsisten yaitu tidak kembali mendekati harga keseimbangan awal. Perubahan harga yang terjadi pada harga CPO Rotterdam lebih banyak dijelaskan oleh variabilitasnya sendiri dan harga minyak kedelai. Demikian pula perubahan pada harga ekspor CPO Indonesia, harga minyak goreng domestik dan harga TBS lebih banyak dijelaskan oleh variabilitasnya sendiri, harga CPO Rotterdam dan harga minyak kedelai. Derajat pass-thourgh harga minyak bumi, harga minyak kedelai dan harga CPO Rotterdam adalah incomplete pass through karena nilainya antara 0-1. derajat pass through harga minyak bumi terhadap ke enam variabel lainnya walaupun pengaruhnya positif namun tidak besar. Lebih besarnya derajat pass through harga minyak kedelai dibandingkan passthrough harga CPO Rotterdam menunjukkan bahwa pengaruh minyak kedelai dipasar dunia saat ini masih lebih besar dari pada CPO Rotterdam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi integrasi diantara harga minyak bumi, minyk kedelai, CPO, minyak goreng domestik dan TBS kelapa sawit. Pengaruh harga minyak bumi terhadap harga-harga tersebut tidak terlalu besar, hal ini menunjukkan bahwa konversi energi dari minyak bumi ke minyak nabati belum begitu bersar. Besarnya permintaan Negara-Negara pengkonsumsi CPO masih lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan industri pangan. Keterkaitan harga antara minyak kedelai dan CPO Rotterdam berpengaruh besar terhadap harga ekspor CPO Indonesia, harga minyak goreng domestik, harga TBS karena minyak kedelai merupakan subtitusi CPO sehingga ketika volume minyak kedelai dipasaran berkurang karena adanya penurunan produksi dunia maka harga CPO akan meningkat. Pengaruh harga ekspor CPO Indonesia, harga minyak goreng domestik dan harga TBS terhadap harga CPO Rotterdam belum besar, karena Indonesia masih mengacu kepada harga CPO Rotterdam. Besarnya passthrough harga ekspor CPO Indonesia terhadap harga CPO Malaysia dapat menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga CPO di Indonesia terhadap harga CPO Malaysia. Simulasi terhadap cholesky ordering menunjukkan bahwa perubahan harga minyak goreng domestik dan harga TBS kelapa sawit dapat mempengaruhi harga CPO Rotterdam dan harga minyak kedelai. Terbukanya kawasan Asia sebagai pasar utama CPO Indonesia dapat merupakan modal berharga bagi Indonesia untk menjadikan harga CPO Indonesia sebagai salah satu harga referensi dunia. Kata Kunci : harga, minyak bumi, minyak kedelai, minyak sawit, minyak goreng, tandan buah segar, vector error, CPO, TBS, VECM
JenisThesis