Detail buku

No BukuT.ITS.2009.72
UniversitasITS
PenulisAdam Sofian
Judul BukuREGRESI BINOMIAL NEGATIF DENGAN PENDEKATAN GENERALIZED MODELs (GLMs) DALAM ARUS MIGRASI RISEN PENDUDUK ANTAR PROVINSI DI INDONESIA
PembimbingProf. Dra. Susanti Linuwih, M. Stats, Ph.D. Dr. Ir. Setiawan, MS
AbstrakABSTRAK INDONESIA : Pemahaman terhadap perubahan pola atau besaran arus migrasi penduduk yang diakibatkan oleh berbagai faktor penyebab sangat penting untuk mereduksi dampak negatif serta mengambil manfaat dari suatu proses migrasi. Pendekatan regresi poisson berbaris model gravity sering dipilih berbagai alat untuk menganalisis pola hubungan berbagai faktor dalam arus migras tersebut. Namun aplikasi model gravity-poisson pada data cross section arus migrasi risen antar provinsi, sering menimbulkan gejala overdispersion sehingga kesimpulan yang diperoleh mengenai karakteristik arus migrasi menjadi keliru. Penelitian ini mengaplikasikan suatu metode untuk mengatasi masalah overdispersion pada model poisson. Regresi binomial negatif dalam kerangka Generalized Linear Models (GLMs) digunakan untuk mengevaluasi efek dari berbagai faktor penyebab seperti jumlah penduduk, jarak antar ibu kota provinsi, produk Domestik regional Bruto atas harga konstan (PDRB), tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, rata-rata upah kerja sebulan, dan variabel stok migrant terhadap rata-rata arus migrasi risen antar provinsi. Hasil pemodelan menunjukan bahwa kasus overdispersion, model binomial negatif memberikan infrensi statistik tentang parameter model lebih baik dari model poisson. Nilai devians turun dari 1.328.532 pada model poisson menjadi 948,08 pada binomial negatif. Melalui model binomial negatif variabel yang signifikan pada level a = 5% adalah jumlah penduduk provinsi tujuan dengan koefisien elastisitas |e| = 2,4716, PDRB provinsi asal (|e| = 11,27,67) dan tujuan (|e| = 3,4063), rata-rata lama sekolah provinsi asal (|e| = 2,9748), rata-rata upah di provinsi asal (|e|=16,0976), dan variabel stok migran (|e|=3,6715), sedangkan variable grafity klasik yaitu jarak antar provinsi tidak signifikan dalam model , walaupun memiliki tanda koefisien sesuai teori migrasi. Kesesuaian pola hubungan variabel dalam model dengan teori dan fenomena migrasi berbasis model grafity dalam binomial negatif GLMs dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai pola dan faktor penyebab migrasi antar provinsi di Indonesia. Kata Kunci ; arus migrasi risen, binomial negative, elastisitas, GLMs, model gravity-poisson, overdispersion. ABSTRAK INGGRIS : Comprehention about alteration of patterns or migration’s flows rate which induced by different factors become important to reduce negative impacts, and make the best of potential migration flows. Poisson model has been widely used on modeling migration flows. Poisson model has been widely used and modeling migration flows. Unfortunately application of poisson model on cross section data such as interprovincial migration flows also recognized display overdispersion, which giving misleading inference about the regression parameter model. This research applies a method to handle overdispersion effects that frequently comes up on poisson model. Negative binomial regression on Generalized Linier Models (GLMs) framework is utilized to evaluate effecs of push-full factors such as population, interprovincial distances, gross regional product at constant prices (PDRB konstan), unemployment rate, mean years shooling, average wages per month, and stock migrant variable, on expected values of interprovincial migration flows. Modeling results show that negative binomial approach provides better inference for model’s conclusion, where destination’s population variable was have elasticity coefficient ??†e??†=2,4716, and origin province’s PDRB (??†e??†=11,2767) also destination’s province PDRB (??†e??†=3,4063), origin’s mean year schooling (??†e??†=2,9748), origin’s average wages per month (??†e??†=16,0976), and stock migrant variable (??†e??†=3,6715), constitute variables that have significantly effects at level α= 5%, whereasinterprovincial distances (??†e??†=0,8388) as prevent factor, has appropriate coefficient sign but not significant in the model. these patterns support that model negative binomial GLMs approach based on gravity model could explained interprovincial or internal migration flows in Indonesia. Keywords : interprovincial migration flows, negative binomial, elasticity, GLMs, Gravity –poisson model, overdispersion.
JenisThesis