Pelatihan Sampling se Asia-Pacific

9 Oktober 2014 oleh raharjo

Badan Pusat Statistik, melalui Pusdiklat, kembali dipercaya untuk melaksanakan kursus berskala Internasional. Kali ini bekerja sama dengan United Nations Statistical Institute for Asia and The Pacific (UNSIAP), BPS menyelenggarakan kursus bertajuk “Regional Training Course on Sampling Methods for Producing Core Data Items for Agricultural and Rural Statistics”.

Kursus dilaksanakan sejak tanggal 29 September hingga 10 Oktober 2014, sebagai bagian dari strategi Capacity Building untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas Statistik Pertanian dan Pedesaan. Peserta kursus berjumlah 24 orang, datang dari 12 negara, yakni Bangladesh, Bhutan, Fiji, Georgia, Indonesia, Lao PDR, Mongolia, Myanmar, Samoa, Sri Lanka, Thailand dan Viet Nam. Selain dari Kantor Statistik Nasional (National Statistical Office/NSO), peserta juga berasal dari kementerian atau lembaga yang membidangi masalah-masalah pertanian. Peserta dari Indonesia terdiri dari empat orang dari BPS ,dan tiga orang dari kementerian lain, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan serta Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Alick Nyasulu yang mewakili UNSIAP dalam sambutannya mengatakan bahwa kursus ini bertujuan untuk membantu negara-negara Asia Pasifik menentukan metode sampling yang cocok untuk menghasilkan data statistik pertanian dan pedesaan yang baik. Sementara itu, Sekretaris Utama BPS, Eri Hastoto, dalam opening remarks menekankan bahwa Statistik Pertanian memainkan peran yang sangat penting dalam menyedikan informasi tentang pangan. Lebih lanjut, Eri Hastoto berharap peserta dapat memahami materi kursus dengan baik, dan mampu mengaplikasikan metode sampling yang cocok bagi negaranya masing-masing sehingga dapat menghasilkan data statistik pertanian yang berkualitas. Dalam kursus ini, bertindak sebagai pengajar dan konsultan adalah Alick Nyasulu, Arman Bidarbakht Nia, Akhilesh C Kulshereshtha dan Bal B.P.S. Goel.

Materi kursus cukup padat, membahas seputar metode sampling dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ceramah dan diskusi secara teori dan praktek. Selain itu juga ada presentasi dari setiap negara peserta dan pemberian tugas, sehingga para peserta pelatihan dapat memahami konsep dengan benar dan mampu mengimplementasikan dengan tepat. Setelah mengikuti kursus ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi dan menerapkan metode sampling yang sesuai untuk statistik pertanian dan pedesaan di negara masing-masing. Untuk mengurangi kejenuhan, diselipkan pula agenda field trip ke peternakan sapi perah dan juga melakukan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta city tour antara lain ke pusat perbelanjaan, Monumen Nasional dan kantor BPS di Jalan Dr Sutomo.